
Jumlah pakar bahasa Jawa di negeri ini mungkin bisa dihitung dengan jari. Orang Jawa yang tertarik belajar bahasa sendiri ini pun jumlahnya tak banyak. Australian National University (ANU) justru memiliki seorang pakar bahasa Jawa . Dia adalah Dr George Quinn.
Jangan Coba-coba berbahasa Jawa dengan Dr George Quinn. Mungkin Anda akan sangat malu karena pria 64 tahun itu ternyata lebih fasih daripada orang asli Jawa sekalipun.
Tutur katanya halus, intonasinya jelas, kosakata Jawa yang diingat luar biasa banyak. Sulit membayangkan bahwa sejatinya dia warga negeri Negeri Kanguru. Jenis bahasa Jawa apa pun dia kuasai. Krama Inggil, Krama Madya, hingga Basa Ngoko mengalir begitu saja.
Yang pasti, kalau soal Jawa, George Quinn tahu betul luar dalam, termasuk kesusastraannya.
Saat ini dalam kedatangannya ke Indonesia selama sepekan dosen berambut perak tersebut mengadakan riset tentang makam di tanah Jawa.
Quinn mengaku sudah mengunjungi lebih dari 130 makam keramat di tanah Jawa.
"Kula inggih dateng Taman Bungkul (saya juga mau ke Taman Bungkul--Red)," ungkap pria murah senyum itu.
Yang pasti, apabila masih ada makam Jawa yang punya nilai sejarah, pasti tak luput dari kunjungannya.
Menurut jadwal kunjungannya pekan lalu, Quinn akan mendatangi kompleks makam Tebu Ireng, Jombang, Troloyo, dan Trowulan, Mojokerto. Dia juga mengaku telah mengunjungi seluruh makam Wali Songo.
Yang menarik lagi, Quinn melakukannya sendiri. Dengan kemampuan berbahasa Jawa itulah Quinn tak kesulitan blusukan di beberapa kuburan. Dengan begitu, dia tak membutuhkan pemandu dari warga setempat.
"Sedaya kula lakoni piyambak (saya jalani sendiri--Red)," ujar Indonesianis yang juga pakar masalah Timor Leste itu.
Melalui riset itu, Quinn ingin membuat buku pegangan bagi peneliti luar negeri tentang makam di tanah Jawa. Menurut dia, sejarah makam di Jawa sangat populer. Ketertarikannya berawal saat belajar sastra Jawa dulu. Dalam ilmu tersebut juga dimuat panjang lebar sejarah Jawa.
"Sebenarnya banyak orang yang sudah melakukannya," ungkap pria yang kala itu menggunakan hem dan celana cokelat muda tersebut.
Selama ini banyak sekali yang sudah dihasilkan Quinn tentang Jawa. Termasuk, karyanya Novel in Javanesse (1992); Hidup Berwarna (Sydney,1989), The Learner’s Dictionary of Today’s Indonesian (Sydney, 2001), hingga penelitiannya tentang perkembangan Katolik di Timor Leste.
Bukan itu saja. Quinn juga sangat mengenal sastrawan Jawa. Dari sastrawan gagrak enggal Suparto Brata, sampai sastrawan Jawa asal Jogjakarta, Purwadi Atmodiharjo.
"Kula kinten naminipun Pak Purwadi pengarang ageng sampun kados Pramoedya Ananta Toer (Saya kira nama Pak Purwadi adalah pengarang besar sekaliber Pramoedya Ananta Toer--red)," ungkap bapak seorang anak tersebut.
Ya, kecintaan Quinn, pada tanah Jawa sebenarnya bukan terbentuk begitu saja. Dengan tutur kata halus dan santai Quinn pun menceritakan perjalanannya belajar bahasa Jawa.
Semuanya bermula ketia dirinya kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM), 37 tahun silam. Saat itu Quinn muda belajar di Fakultas Sastra, Jurusan Bahasa Indonesia. Bahasa Jawa waktu itu menjadi mata kuliah penunjang di kampusnya.
Saat naik tingkat, Quinn sebenarnya ingin menempuh mata kuliah bahasa Inggris.
"Wedal menika dereng wonten SKS. Sistemi pun inggah-inggahan (waktu itu belum ada sistem SKS seperti sekarang. Sistemnya masih kenaikan kelas-- Red)," ujarnya.
Namun, seorang dosennya melarang keras. "You are English. Anda harus ambil bahasa Jawa," tegas dosennya kala itu. Mau tak mau Quinn sendika dawuh.
Mulailah Quinn mengenal bahasa Jawa. Dia beralasan untuk belajar bahasa Indonesia, ilmu dasar yang harus dimengerti memang harus bahasa Jawa. Menurut dia, bahasa Jawa juga mempunyai ciri khas yang membedakan dengan bahasa lain, yakni terkait persoalan unggah-ungguh, tata krama bahasa yang lebih menghargai kepada yang lebih tua.
"Angelipun basa Jawa menika dateng unggah-ungguh (Sulitnya bahasa Jawa itu karena ada tata krama bahasa--Red)," ujarnya.
Saat berkuliah di UGM, Quinn juga menempuh mata kuliah Pancasila. Maklum, kala itu setiap mahasiswa wajib memahami Pancasila.
"Kula menika inggih lulus Pancasila. Dados awon-awon mekaten kula niki ugi Pancasilais (Saya juga lulus kuliah Pancasila. Jadi, jelek-jelek begini saya Pancasilais--Red)," terangnya.
Namun, Quinn menolak saat diminta menyebutkan sila-sila Pancasila tersebut.
"Kula kinten sampun cekap (Saya kira sudah cukup-- Red)," ujar Quinn mengelak melanjutkan pembicaraan tentang Pancasila.
Meski demikian, ada satu hal yang tentu tak mungkin dilupakan Quinn tentang Jawa. Saat berkuliah itu pula, dia mendapatkan pendamping hidup Emmy Oei, gadis asli Banyumas keturunan Tiongkok. Wanita yang memberinya seorang anak, Andrew Quinn, itu sejatinya pimpinannya ketika dia mengabdikan diri sebagai dosen bahasa Inggris di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).
Dia juga masih terkenang ketika kali pertama melamar Emmy. Saat bertandang ke rumahnya, ayah Emmy memintanya kembali dan akan memberikan jawaban dalam dua minggu.
"Oi arep nglamar anakku (kamu mau melamar anakku--Red). Dua minggu lagi temui saya," terangnya sambil agak menirukan logat Tiongkok.
Tentu diperlakukan seperti itu, Quinn diliputi perasaan tak pasti.
"Deg-degan sanget. Kula mikir napa dilulusaken (Deg-degan sekali waktu itu. Saya berpikir apa bisa diluluskan--Red)," terangnya.
Dia menyebutkan sikap ayah Emmy adalah bagian romantika mendapatkan istri. Setelah menikah pada 1973, Quinn memboyong istrinya ke kampung halaman. Karena itu, hingga sekarang Quinn sangat penurut dengan istrinya itu.
"Ngantos sak menika kula mesti nurut Emmy (Sampai sekarang saya masih menurut Emmy--red)," ungkapnya.
Sama halnya dulu, aktivitas Quinn saat ini adalah mengajar dan melaksanakan penelitian. Di Australian National University, Quinn adalah satu-satunya bule yang mengajarkan bahasa Jawa. Sebenarnya ada seorang nama lagi, Amrih Widodo. Tapi, dia asli keturunan Jawa.
Di Fakultas Sastra Jurusan Bahasa Indonesia, bahasa Jawa merupakan bahasa penunjang. Di jurusan itu ada 110 orang yang berkuliah. Namun, hanya 13 orang yang menempuh kuliah bahasa Jawa. Di antara mereka ada orang Jepang.
"Sakmenika wonten tiga welas mahasiswa kula (Sekarang ada 13 mahasiswa saya--Red)," ujarnya. Untuk mengajar, Quinn juga harus membuat materi ajar sendiri.
Selama ini, kata Quinn, mereka yang belajar bahasa Indonesia, termasuk bahasa Jawa, bisa menempati berbagai lapangan pekerjaan. Mulai staf kedutaan besar, tentara, guru bahasa Indonesia, hingga karyawan perusahaan yang berkantor di Indonesia. ( (Anggit Satriyo Nugroho/idp/ly)
sumber :
http://www.rileks.com/lifestyle/31102006121478-dr-george-quinn-pakar-bahasa-jawa-.html
Dr. George Quinn, Pakar Bahasa Jawa
Diposting oleh PendidikanDanAku Selasa, 06 Januari 2009 di 05.45
Majapahit dari Masa ke Masa
Diposting oleh PendidikanDanAku Senin, 05 Januari 2009 di 05.38
1292
Raden Wijaya membuka hutan Tarik atas jzin Raja Jayakatwang dari Kediri. Di sana is menamakan daerah baru itu Majapahit atau Wilwatikta (Wilwa: maja; tikta: pahit)
1293
Raden Wijaya menggulingkan Jayakatwang dan menjadi raja pertama Majapahit bergelar Kertarajasa Jayawardana.
1295
Pemberontakan Ranggalawe.
1300
Pemberontakan Lembu Sora.
1309
Raja Kertarajasa wafat, digantikan anaknya, I Jayanegara.
1316
Pemberontakan Nambi.
1319
Pemberontakan Kuti digagalkan oleh Gajah Mada, seorang bekel bhayangkara pengawal raja Jayanegara. Gajah Mada diangkat menjadi Patih Dana.
1328
Pemberontakan Tanca, Raja Jayanegara tewasterbunuh dan Tanca dibunuh oleh Gajah Mada.
1329
Tribuwanatunggadewi diangkat sebagai Ratu Majapahit. Penaklukan Keta dan Sadeng.
1336
Gajah Mada diangkat sebagai Patih Amangkubumi atau Mahapatih dan mengucapkan Sumpah Amukti Palapa di hadapan ratu dan para menteri, "Jika telah berhasil menunjukkan Nusantara, saya baru akan beristirahat: Jika Gurun, Seran, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, telah tunduk, saya baru akan beristirahat!" Pelaksanaan program penaklukan Nusantara dimulai dengan penundukan Bali.
1350
Putra Tribuwanatunggadewi, Hayam Wuruk, diangkat sebagai Raja Majapahit dengan gelar Sri Rajasanagara. Hampir seluruh wilayah Nusantara mulai dari Semenanjung Melayu (sekarang Malaysia), Tumasik (Singapura), Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Ambon, Seram, can Timor telah ditaklukkan. Menyusul Dompo pada tahun ini dan tinggal Sunda yang belum. Terjadi Peristiwa Bubat yang menandai ambisi Gajah Mada menguasai Sunda tetapi gagal dan menyebabkan Hayam Wuruk kecewa dan Gajah Mada diusir dari keraton.
1359
Gajah Mada kembali ke keraton can mendampingi perjalanan keliling Hayam Wuruk ke wilayah kekuasaannya, yang mengilhami penulisan kitab Desawarnnana alias Nagarakertagama oleh Mpu Prapanca.
1364
Gajah Mada mangkat
1389
Hayam Wuruk mangkat
1403
Perang Saudara (Paregreg) antara Wikramawardhana (menantu Hayam Wuruk) dan Wirabhumi(anak
Hayam Wuruk dari selir) selama tiga tahun, yang dimenangkan Wikramawardhana (memerintah Majapahit hingga 1429).
1429-1447
Cucu Hayam Wuruk, Suhita, menjadi Ratu Majapahit, can merupakan keturunan langsung Raden
Wijaya yang terakhir yang memerintah Majapahit.
1453
Kekosongan takhta Majapahit.
1456-1478
Pudarnya pengaruh Majapahit seiring perebutan takhta dan masuknya pengaruh Islam di Jawa.
1478
Majapahit runtuh, jatuh ke kekuasaan Kesultanan Demak, ditandai dengan candra sengkala sirnailang-kertaning-bumi (hilang musnah kejayaan di bumi) yang menunjukkan tahun 1400 Saka (1478 M).
Kehidupan Sang Elang
Diposting oleh PendidikanDanAku di 02.56
Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia.
Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.
Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal,sehingga sangat menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau Mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan --- suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.
Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang keatas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang ditepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.
Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan.
Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh.
Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!
Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.
Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.
Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda.
Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita.
Anda adalah elang-elang itu.
Perubahan pasti terjadi.
Maka itu, kita harus berubah!
Tidak Menjadi Batu Sandungan
Diposting oleh PendidikanDanAku di 02.51
Saat pergi ke kantor, pulang kantor atau ke mana pergi dengan berkendara. Saya seringkali menjumpai pengendara-pengenda ra lain yang dengan seenaknya menyalip saya ataupun kendaraan lain tanpa memperhatikan keselamatan atau perasaan orang lain yang menjadi korban penyalipannya. Seringkali saya jengkel karena menjadi korban penyalipan, kadang saya hanya bisa mengusap-usap dada saya sambil tidak abis pikir kok tega-teganya dia melakukan penyalipan itu pada saya.
Suatu waktu saya pernah juga saya emosi hingga tidak ada yang mau mengalah hingga akhirnya terjadi adu mulut, alasan yang dikemukakan si penyalip bahwa ia buru-buru, saya gak mau kalah saya bilang siapa sih yang gak buru-buru pagi-pagi begini, kalau gak mau buru-buru kenapa gak berangkat lebih pagi saja. Akhirnya peristiwa ini berlalu saja tanpa ada penyelesaian.
Pernah juga suatu kali saya menemukan ada pengendara motor yang terjatuh karena tidak sabar dan berusaha menyalip sebuah mobil dengan kecepatan tinggi, syukurlah keadaan jalan pada saat itu sepi dan si pengendara mobil menjalankan kendaraannya dalam kecepatan rendah jadi kecelakaan tersebut tidak terlalu fatal walaupun ya...tetap saja sakit juga kalo jatuh dari motor.
Saat lampu menyala merah, para pengendara sepeda motor - kadang-kadang saya juga - menyelip berusaha mencari celah walau sesempit lubang jarum yang penting bisa masuk untuk sampai di jajaran paling depan, seringkali mengambil jalur kiri yang diperuntukkan untuk kendaraan yang hendak belok ke kiri, demi suatu hal cepat sampai di tujuan terang saja pengendara yang hendak berbelok ke kiri jadi sewot.
Saya juga pernah jatuh dari sepeda motor saya karena jalanan yang licin akibat tangki diesel milik sebuah bus bocor dan cecerannya membasahi jalan. Saat jatuh saya ditolong oleh tukang-tukang ojek yang mangkal dekat situ. Ternyata saya adalah korban ke sekian yang ditolong oleh para tukang-tukang ojek, karena beberapa menit yang lalu sudah ada dua orang yang menjadi korban. Saya gak abis pikir koq bisa-bisanya tangki itu gak diperiksa dulu sebelum bus dijalankan trus si sopir baru sadar setelah beberapa pengendara memberitahukan hal tersebut.
Belum lama ini saya ngobrol-ngobrol dengan seorang teman sekantor yang juga pernah menjadi korban ganasnya lalu lintas Jakarta. Kita sama-sama mengeluh, tapi ada hal yang dikemukakannya yang menurut saya sangat inspiratif.
Dia memulai ceritanya dengan penyakit stroke yang menyerangnya saat ia berusia akhir 30 tahun, sehingga beberapa syarafnya menjadi tidak berfungsi hal ini membuat sang kawan tersebut agak kesulitan untuk melakukan beberapa hal yang menurut kita remeh tapi baginya sulit. Setelah stroke menyerangnya terjadi perubahan yang cukup drastis. Yang tadinya ia sering mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi sekarang ia harus mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan normal, yang tadinya bisa selip sana selip sini, slonong sana slonong sini sekarang ia menjadi pengendara sepeda motor yang tertib karena koordinasi antar syaraf yang telah rusak.
Ia berkata bahwa sekarang ia tidak bisa seperti dulu lagi tapi sekarang ia bersyukur karena ia tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.
“Kalau kita tidak bisa menjadi berkat bagi orang lain, setidak-tidaknya janganlah kita jadi batu sandungan bagi orang lain” demikian katanya. Saya terus terang tersentak mendengar kata-katanya, saya lalu bercermin diri karena seringkali saya menjadi batu sandungan bagi orang lain ketimbang jadi berkat bagi orang lain. Di jalan sering kali saya mengumpat dan memaki jika saya disalip oleh pengemudi lain, saya sering membuat orang lain senewen kadang juga istri saya senewen karena cara mengemudi saya yang membuat jantungnya berolahraga.
Selepas ngobrol-ngobrol itu saya berusaha tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain terutama di jalan tapi itu berat banget. Gila betul pikir saya tidak jadi batu sandungan saja sudah sulit gimana jadi berkat. Godaan-godaan banyak sekali muncul sampai kadang-kadang saya mengeluh. “Ya Tuhan saya kan gak minta yang besar-besar dan muluk-muluk yaitu jadi berkat bagi orang lain, saya Cuma minta supaya tidak jadi batu sandungan bagi orang lain”
Namun kembali muncul suara nun jauh di dasar hati saya. “Singkirkan dulu batu-batu sandungan yang ada dalam dirimu baru kamu bisa tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain”. Wah benar juga pikir saya. Sering dalam hati kita, kita temukan batu-batu mo batu yang segede apa tau sampai kerikil-kerikil yang sering nyelip di sela-sela sepatu kita pasti ada aja batu-batu itu. Saya pikir saya harus berdamai dengan diri sendiri dulu baru batu-batu itu perlahan-lahan bisa disingkirkan dan kita bisa tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain bahkan lebih, kita bisa menjadi berkat bagi orang lain yang kita temui, siapapun dia.
Kalo menurut saya batu-batu tersebut misalnya dendam, iri, dengki, egois dan segala turunannya yang buruk-buruk gitulah. Ada hal-hal yang sebenarnya belum kita bereskan yang akhirnya bertumpuk-tumpuk hingga masuk ke bawah sadar kita menjadi paradigma kita dalam memandang sesuatu. Atau bahasa yang lebih indahnya kita belum berdamai dengan diri kita sendiri. “Kan mustinya dia begini jangan begitu dong ke kita”. “Kamu seharusnya ngerti dong kalo saya tuh maunya begini bukan begitu”. Saya pikir benar juga, kita mungkin memahami suatu masalah dari kacamata kita sendiri dari paradigma kita sendiri, tapi apa pernah kita memandang dari kacamata atau paradigma orang lain terhadap suatu realitas yang sama? Atau apakah kita tahu dan sadar betul bahwa apa yang kita lakukan itu baik adanya untuk semua pihak bukan untuk pihak saya? Atau pernahkah kita memahami orang lain sebelum kita minta dipahami oleh orang lain.
Yang menariknya setelah berusaha cukup keras dan harus membuang batu-batu dalam hati, saya itu saya lebih nyantai dan tenang dalam menghadapi masalah-masalah di jalan. Peduli kalian mo kebut-kebutan, ..gi dah sono, toh ntar ketemu lagi di depan, gimana nggak wong jalanannya macet ato kena lampu merah. Gi deh sono kebut-kebutan ntar juga harus pelan karena jalanan di depan bopeng-bopeng atau ada polisi tidur yang melintang menghadang. Biarin aja kalian ngebut-ngebut toh tiba lebih cepat yang kalian damba-dambakan harus dibayar oleh jantung yang berolahraga high impact aerobic syukur-syukur kalo gak kecelakaan. Kayaknya untuk hal yang satu ini saya jadi teringat pepatah Jawa alon-alon waton kelakon. Lebih baik biasa-biasa aja tapi gak cepat sakit syaraf karena stress dan yang penting lebih safe.
Orang Bodoh Dan Orang Pintar
Diposting oleh PendidikanDanAku di 02.35
1. Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya di bisnis.
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar.
Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.
2. Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang Pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.
Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
3. Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.
4. Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka di suruh orang Pintar untuk membuatnya.
5. Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH). oleh Karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang- Undangnya orang bodoh.
6. Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu Orang pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada diatas.
7. Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu di dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi staffnya orang bodoh.
8. Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang Pintar yang berkerja. Tapi orang-orang pintar DEMO, Walhasil orang-orang Pintar "meratap-ratap" kepada orang bodoh agar tetap di berikan pekerjaan.
9. Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan Waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh Menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
10. Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.
11. Bill Gates (Microsoft), Dell, Hendri (Ford), Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Sioe Liong (BCA group). Adalah orang-orang Bodoh (tidak pernah dapat S1) yang kaya. Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.
PERTANYAAN :
1. Jadi mending jadi orang pinter atau orang bodoh?
2. Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ?
3. Mulia mana antara orang pinter atau orang bodoh?
4. Susah mana antara orang pinter atau orang bodoh?
KESIMPULAN:
1. Jangan lama-lama jadi orang pinter, lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.
2. Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.
3. Kata kunci nya adalah "resiko" dan "berusaha", karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil.
Orang pinter perpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut. Dan mengabdi pada orang bodoh.
Menjadi Seperti Apa Yang Anda Inginkan
Diposting oleh PendidikanDanAku di 02.28
Di sebuah tempat terpencil di Tenessee , USA , seorang bayi perempuan lahir di tengah keluarga yang sangat miskin. Anak itu adalah anak ke 20 dari 22 bersaudara, lahir premature dan lemah. Kelangsungan hidupnya diragukan semua orang. Ketika berumur empat tahun dia menderita Pneumonia parah dan demam scarlet – sebuah kombinasi penyakit yang mematikan yang membuat kaki kirinya lumpuh dan tidak bisa digunakan. Dia harus menggunakan penyangga kaki dari besi untuk membantunya berjalan.
Namun anak ini sangat beruntung karena memiliki seorang ibu yang selalu memberikan dorongan dan semangat padanya.
Ibunya yang luar biasa selalu mengatakan pada anaknya yang ternyata sangat pandai tersebut bahwa walaupun kakinya harus menggunakan penyangga, dia dapat melakukan apapun yang dia inginkan dalam hidupnya.
Ibunya mengatakan bahwa untuk itu yang harus dimilikinya adalah keyakinan, kegigihan, keberanian dan semangat yang selalu menggelora.
Lalu pada usia Sembilan tahun, gadis kecil tersebut memutuskan untuk melepaskan penyangga kakinya dan mulai melangkahkan kakinya yang kata dokter tidak akan bisa normal kembali. Dalam empat tahun dia mulai dapat berjalan secara normal, ini sebuah keajaiban bagi dunia medis.
Dikemudian hari, gadis itu memiliki sebuah impian untuk menjadi pelari wanita terhebat di dunia. Pertanyaannya, mungkinkah dengan kaki yang tidak sempurna seperti itu?
Di usia yang ke tiga belas tahun, dia mulai mengikuti lomba lari. Dia menjadi yang terakhir mencapai finish. Dia selalu mengikuti setiap perlombaan lari di SMA dan dalam setiap perlombaan dia selalu menjadi yang terakhir mencapai finish. Semua orang memintanya untuk menyerah saja! Sampai suatu hari, dia tidak menjadi yang paling akhir mencapai finish dan akhirnya tibalah hari dimana dia memenangkan lomba lari. Sejak sat itu Wilma Rudolph selalu memenangkan perlombaan lari yang dia ikuti.
Wilma melanjutkan sekolahnya di Tenessee State University di mana dia bertemu dengan seorang pelatih bernama Ed Temple. Ed Temple melihat semangat yang menggelora pada diri Wilma dan dia juga melihat sebuah bakat natural dalam diri Wilma. Dia melatih Wilma sampai Wilma terpilih untuk masuk dalam Tim Olimpiade Amerika.
Dalam sebuah perlombaan lari Wilma harus bertanding melawan Jutta Heine, sorang pelari asal Jerman yang merupakan pelari terhebat saat itu. Tak seorang pun bisa mengalahkan Jutta, namun dalam nomor lari gawang 100 meter, Wilma Rudolph memenangkan pertandingan. Dia mengalahkan Jutta lagi pada nomor lari 200 meter. Sekarang Wilma memenangkan 2 medali emas.
Akhirnya di nomor lari 400 meter estafet, Wilma bertemu Jutta lagi. Dua pelari pertama dalam team Wilma melakukan estafet tongkat dengan sempurna, namun saat pelari ketiga menyerahkan tongkat pada Wilma, dia menjatuhkannya karena sangat tegang. Wilma melihat Jutta sudah berlari di lintasan mendahuluinya. Dalam situasi seperti itu sangatlah tidak mungkin untuk mengejar dan mendahului pelari sekeleas Jutta. Namun akhirnya Wilma melakukannya, dia kembali mengalahkan Jutta Heine. Wilma Rudolph berhasil memenangkan 3 Medali Emas Olimpiade!
Refleksi
Separah apapun keadaan anda saat ini bukanlah suatu alasan untuk tidak dapat meraih sukses. Selama anda memiliki keyakinan, kegigihan, keberanian dan semangat yang selalu menggelora, harapan untuk meraih sukses itu selalu ada. Anda sendirilah yang menentukan nasib anda dan menjadi seperti apa yang anda inginkan.
Banyak contoh individu – individu sukses yang awalnya mulai berusaha dari keadaan yang kurang beruntung. Thomas Alva Edison yang hanya bersekolah 3 bulan saja bisa memberikan manfaat bagi milyaran umat manusia dengan hasil hasil karyanya bahkan setelah kematiannya pun kita masih menikmati hasil karyanya. Stephen Hawking yang menderita sklerosis lateral amiotrofik atau lebih dikenal dengan penyakit Lou Gehrig dan divonis dokter tak akan bertahan hidup lebih dari 2 tahun saja tidak kehilangan semangat untuk berkarya. Ia berkata,"Mendadak saya menyadari bahwa banyak hal berharga yang bisa saya lakukan seandainya kematian ini bisa ditunda. Seandainya saya harus mati, mungkin masih ada gunanya bagi saya untuk berbuat kebaikan bagi umat manusia". Ia menikah dengan Jane Wilde dan memiliki anak. Selain itu dia juga menjadi Guru Besar di Cambridge University, menjadi anggota sebuah klub ilmuwan bergengsi The Royal Society. Hawking juga menghasilkan karya spektakuler yang berjudul A Brief Story of Time dan teori Big Bang nya menjadi pembicaraan di kalangan ilmuwan.
Semangat hidup dan keinginannya untuk berbuat sesuatu yang berarti bagi umat manusia selagi masih hidup justru membuatnya mampu bertahan hidup. Dia mendapat julukan sebagai "Manusia Jenius" setelah Albert Einstein.
Saudara, mulailah menjadikan hidup anda berarti bagi orang lain. Anda sendiri yang bisa memberikan arti bagi hidup anda dan membuat hidup anda menjadi berarti bagi orang lain. Hal yang paling menyedihkan bagi seorang manusia adalah ketika dirinya tidak dibutuhkan oleh siapa siapa.
Mari kita mulai dari sekarang untuk menjadikan hidup kita berarti bagi orang banyak. Wujudkan keinginan anda dan jadikan hidup anda berarti!
Salam Sukses dan Berkelimpahan Selalu
sekolah ku roboh
Diposting oleh PendidikanDanAku Minggu, 04 Januari 2009 di 11.01
Mengenaskan. Begitulah dunia pendidikan kita. Bukan cuma kualitas pendidikan yang mengenaskan, tapi juga infrastruktur bangunan. Sudah ratusan sekolah roboh di negeri ini. Terakhir dua hari silam, sebuah sekolah dasar roboh. Bukan di pinggiran kota, bukan pula di pelosok, tapi di Bandung. Sekali lagi Bandung, sebuah kota metropolitan yang sarat dengan orang-orang pintar. Robohnya sekolah yang melukai puluhan siswa dan guru itu juga bukan yang pertama di ibu kota Jawa Barat itu. Pada Maret ini saja tercatat ada empat sekolah roboh. Entah ada berapa belas atau berapa puluh sekolah lagi yang terancam ambruk.