1. Tujuan adalah sebuah impian dengan tenggat waktu
2. Tindakan adalah ukuran nyata dari kecerdasan
3. Semua kesuksesan , semua kekayan yang berhasil diraih berawal dari sebuah gagasan
4. semua terobosan yang dibutuhkan dalam hidup anda sedang menunggu di benak anda , dia mampu mengubah energi menjadi pencapaian dan kemakmuran
5. ide, rencana atau tujuan apa pun dapat dipatri di dalam benak dengan memikirkannya terus menerus
6. sebelum seseorang mencapai kesuksesan , dia pasti akan bergadapan dengan kekalahan dan mungkin bebrapa kegagalan ketika kekalahan menimpa seseorang , hal yang paling mudah dan yang paling masuk akal dilakukan adalah menyerah justru itulah yang telah dilakukan hampir semua orang
7. Gaji besar dan tangung jawab kecil adalah ahal yang jarang terjadi
8. Rawat harapan dan impian anda seolah mereka adalah anak - anak jiwa anda dan cetak biru dari pencapaian puncak anda
9. ciptakan sebuah rencana yang pasti untuk melaksanakan hasrat anda dan mulailah segera , siap atau tidak segera ubah rencana tersebut menjadi tindakan
10. hasrat adalah titik awal segala pencapaian , bukan harapan, bukan impian s sebuah hasrat yang berdenyut kuatlah yang dapat melampaui segalnya
11. Pendidikan berasal dari dalam , anda mendapatkanbya melalui perjuangan , usaha dan pikiran
13. Usaha hanya akan membuahkan hasil setelah seseorang menolak berhenti melakukannya
14. setiap kemalangan , setiap kegagalan, setiap rasa sakit hati membawa benih keberuntungan yang setimpal atau bahkan lebih besar
15. setiap orang menikmati jenis pekerjan yang paling cocok untuknya
16 rasa takut tidak lebih dari sebuah bentuk pikiran
17. awalnya adal pemikiran lalu pengorganisasian dari pemikiran itu menjadi ide ide dan rencana - rencana tersebut menjadi kenyatan . awalnya jika anda mau meminjam pemikiran berada dalam imajinasi anda
Kata 2 Bijak Napoleon Hill
Diposting oleh PendidikanDanAku Minggu, 04 Januari 2009 di 07.55
Pendidikan Hati
Diposting oleh PendidikanDanAku Jumat, 02 Januari 2009 di 19.05
Pendidikan formal kian carut-marut. Pendidikan yang harusnya mengasah moral dan nilai kehidupan, tapi dalam tataran realita masih jauh dari asa. Tawuran antarmahasiswa, antarsiswa, pemukulan siswa oleh guru, pelecehan terhadap/oleh guru dan tindakan tidak terpuji lainnya membuktikan bahwa pendidikan telah melenceng dari tujuan mulianya.
Pemukulan oleh senior menyebabkan Cliff Muntu meninggalkan raga fananya di IPDN Jawa Barat. Teror psikologi oleh senior juga jamak kita dengar di kampus yang masih bersahabat dengan orientasi siswa dan pengenalan kampus (OSPEK) yang tidak bersahabat dengan mahasiswa baru. Caci maki, kata-kata jorok, hardikan/bentakan kadang muncul dengan maksud membuat takut junior dan tunduk pada seniornya. Penyuapan jawaban UN oleh guru di Medan (mungkin juga di daerah lain) menunjukan hati tumpul gontai, yang mungkin saja merupakan perlawanan bisu guru terhadap kebijakan Depdiknas yang tidak taat UU Sisdiknas (bidik UU No 20, pasal 58 dan 59 ayat 1) atau kesenjangan mutu sekolah Jawa dengan luar Jawa, kota dengan pelosok udik, desa/dusun.
Berjuta tanya terhadap dunia pendidikan formal kita, menunjukkan bahwa pendidikan perlu berbenah. Pemerintah sepertinya tuli dengan masukkan pakar dan praktisi pendidikan, punya mata tapi tidak melihat dan punya telinga tapi tak mendengar. Ada apa dengan pemerintahan kita, apakah mereka lebih berorientasi proyek tinibang taat asas? Lalu, apa yang dilakukan oleh keluarga dan terutama sekolah sebagai pembauran sosial menghadapi degradasi moral insan Indonesia? Kiat-kiat apa yang diupayakan untuk meninggikan moral insan-insan muda?
Pendidik utama dan terutama adalah ayah-ibu. Mereka secara alami mau/tidak, suka/tidak bertanggungjawab terhadap pendidikan titipan Tuhan tersebut. Rusak/tidaknya moral insan muda Indonesia merupakan tanggungjawab ayah-ibu, masyarakat, media massa, dan sekolah.
Orang tua juga dan bapak/ibu guru memiliki peran yang sama. Dani R (2005) dalam bukunya 'Pengajaran dengan Hati' mendaftarkan lima peran guru, yaitu a god's creature, a teacher, a guide, an education, dan an inspirer. Dengan multiperan ini guru bertugas membangun karakter bangsa, sehingga seharusnya guru taat terhadap pembangun karakter siswa.
Terdapat enam belas pilar pendidikan dengan hati berikut, yaitu kasih sayang, penghargaan, pemberian ruang untuk pengembangan diri, kepercayaan, kerjasama, saling berbagi, memotivasi, mendengarkan, berinteraksi secara positif, menanamkan nilai-nilai moral, mengingatkan dengan ketulusan hati, menularkan antusiasme, menggali potensi diri, mengajar dengan kerendahan hati, menginspirasi, dan menghormati (Doni R, 2005).
Digelontorkan evaluasi akhir semisal Ebtanas, UAN, atau UN mengharuskan sekolah bagaikan bimbingan belajar. Kesuksesan di bangku sekolah tereduksi oleh makna lulus atau tidak UN. Kerja keras menjadi multitafsir, apa benar les tambahan, mengerjakan soal, merupakan bukti anak telah kerja keras?
Evaluasi pendidikan disadari/tidak terlalu pro otak kiri (left brain oriented), sehingga anak hanya cerdas kemampuan logisnya, tapi lemah emosinya, hatinya, dan polahnya. Akibatnya, tidak terjadi keseimbangan antara antara otak kanan dan kiri. Karena left brain oriented maka pendidikan formal menghasilkan 'manusia berkepala berat miring ke kiri'.
Otak kiri mengolah kemampuan logis, yaitu berhitung, menulis, analisis, berbicara, dan mendengarkan, sedangkan otak kanan mengasah kemampuan insting nurani, jiwa seni, imaginasi, dan ketrampilan musik.
Keseimbangan pembelajaran menyentuh otak kanan dan kiri ditambah dengan pengembangan kecerdasan emosional dan Spiritual, sehingga dihasilkan manusia yang cerdas IQ-nya dan lembut hati, rasa dan meninggikan nilai-nilai kehidupan.
Manajemen pendidikan hati taat pada lima asas, yaitu pertama, edifikasi ajaran moral. Baik guru, orang tua, saudara/i, tetangga harus mengedifikasi tindakan bermoral dan bermartabat. Edifikasi mora
0 komentar Label: Pendidikan
Manunggal Kawulo Gusti
Diposting oleh PendidikanDanAku di 18.59
Istilah Manunggaling Kawulo Gusti adalah meniadakan sosok manusia itu menjadikan sebuah kehampaan diri yang tampak hanyalah Allah semata.
Jika kita lihat dari segi penciptaan, manusia tercipta atas rahmat Allah, tumbuh atas rahmat Allah, dapat berbicara atas kehendak Allah, dapat melihat atas kehendak Allah, mendengar atas kehendak Allah, hidup dan bernafas atas kehandak Allah, dan manusia tak memiliki satu apapun di dunia ini melainkan Allah Yang Maha Memiliki, manusia tak memiliki hak apapun, maka dari itu hidup manusia ini juga bukan milik dirinya, bagaimana manusia dapat menyebut bahwa dirinya itu ada dan mempunyai hak? Bagaimana manusia itu dapat menyebut bahwa manusia dapat menghidupi dirinya sendiri? Allahlah satu-satunya yang berkuasa dan berhak menyebut bahwa Allah benar-benar ada.
Manusia adalah se-onggok daging yang lemah, lumpuh, tak berdaya dan mati. Allah telah menghidupkannya, Allah telah meminjamkan Ruh-Nya dan itu bukan hak dan milik kita.
Semua yang ada didunia ini adalah milik-Nya. Kita tak berhak mengatakan bahwa kita memiliki sesuatu. Hidup kita adalah milik-Nya dan kita tidak berhak untuk mengambil dan memilikinya. Kita hanya diwajibkan menjaga milik-Nya. Maka dari itu apakah kita masih bisa berkata bahwa kita itu ada, bahwa kita itu exsis, bahwa kita itu berhak? Kita adalah sebuah kekosongan, dan yang hidup hanyalah Allah.
Maka kembalikanlah diri kita kepada Allah. Kembalikanlah Ruh kita kepada Allah dengan bersih sama ketika kita diberikan pinjaman Ruh yang suci oleh-Nya. Maka disaat kita telah siap untuk mengembalikan Ruh kita kepada Allah saat itu kita akan merasakan kemanunggalan dengan Allah. Oleh karena Itu aku iklas Melepaskan mu Karna kau juga milikNYA
Laskar Green
Diposting oleh PendidikanDanAku Kamis, 01 Januari 2009 di 18.00
Kami Adalah 3 sosok manusia yang saat ini bekerja di tempat yang sama ,yang setiap hari saling bertemu, berganti gantian sif, saling membantu satu sama lain baik dalam hal keuangan maupun pekerjan , dan saling menyemangati untuk terus berjuang menggapai masa depan yang cemerlang
Dan ketiganya memiliki cara sendiri - sendiri untuk mencapai ke suksesan ter tinggi , Dan saat ini kita lagi berusaha bikin blog yang terbaik , kita sedang berkompetisi untuk bikin blog , siapa yang terbaik isinya akan menjadi pemenang , sebuah kompetisi yang sedrhana tidak ada hadiyah apa lagi Ijazah , kita hanya berusaha saling menumbuhkan semangat untuk memperluas pengetahuan , dan mengisi waktu dengan kegiatan yang bermakna .....
Semangat !!! Semangat!! kata yang sederhana yang sering kali kita serukan untuk memberi spirit satu sama lain
Anggota Laskar Green :
1.jpg)
Nama : Yogiez
SANG PEJUANG CINTA
2
Nama : Dimas
SANG PEJUANG MARKETING & BISNIS MAN
3
Nama : Bayu
SANG PEJUANG PENDIDIKAN
Ya allah Semoga di kemudian hari saat kita bertemu lagi sudah menjadi apa yang kita ingin kan yaitu MENCAPAI KESUKSESAN TERTINGGI
0 komentar Label: Laskar
Laskar Pelangi
Diposting oleh PendidikanDanAku di 05.03
Laskar Pelangi adalah novel pertama karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2005. Novel ini bercerita tentang kehidupan 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah (SD dan SMP) di sebuah sekolah Muhammadiyah di pulau Belitong yang penuh dengan keterbatasan. Mereka adalah:
Ikal
Lintang ; Lintang Samudra Basara bin Syahbani Maulana Basara
Sahara ; N.A. Sahara Aulia Fadillah binti K.A. Muslim Ramdhani Fadillah
Mahar ; Mahar Ahlan bin Jumadi Ahlan bin Zubair bin Awam
A Kiong (Chau Chin Kiong); Muhammad Jundullah Gufron Nur Zaman
Syahdan; Syahdan Noor Aziz bin Syahari Noor Aziz
Kucai ; Mukharam Kucai Khairani
Borek aka Samson
Trapani ; Trapani Ihsan Jamari bin Zainuddin Ilham Jamari
Harun ; Harun Ardhli Ramadhan bin Syamsul Hazana Ramadhan
Mereka bersekolah dan belajar pada kelas yang sama dari kelas 1 SD sampai kelas 3 SMP, dan menyebut diri mereka sebagai Laskar Pelangi. Pada bagian-bagian akhir cerita, anggota Laskar Pelangi bertambah satu anak perempuan yang bernama Flo, seorang murid pindahan. Keterbatasan yang ada bukan membuat mereka putus asa, tetapi malah membuat mereka terpacu untuk dapat melakukan sesuatu yang lebih baik.
Laskar Pelangi merupakan buku pertama dari Tetralogi Laskar Pelangi. Buku berikutnya adalah Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov. Buku ini tercatat sebagai buku sastra Indonesia terlaris sepanjang sejarah
Sinopsis
Cerita terjadi di desa Gantung, Gantung, Belitung Timur. Dimulai ketika sekolah Muhammadiyah terancam akan dibubarkan oleh Depdikbud Sumsel jikalau tidak mencapai siswa baru sejumlah 10 anak. Ketika itu baru 9 anak yang menghadiri upacara pembukaan, akan tetapi tepat ketika Pak Harfan, sang kepala sekolah, hendak berpidato menutup sekolah, Harun dan ibunya datang untuk mendaftarkan diri di sekolah kecil itu.
Dari sanalah dimulai cerita mereka. Mulai dari penempatan tempat duduk, pertemuan mereka dengan Pak Harfan, perkenalan mereka yang luar biasa di mana A Kiong yang malah cengar-cengir ketika ditanyakan namanya oleh guru mereka, Bu Mus. Kejadian bodoh yang dilakukan oleh Borek, pemilihan ketua kelas yang diprotes keras oleh Kucai, kejadian ditemukannya bakat luar biasa Mahar, pengalaman cinta pertama Ikal, sampai pertaruhan nyawa Lintang yang mengayuh sepeda 80 km pulang pergi dari rumahnya ke sekolah.
Mereka, Laskar Pelangi - nama yang diberikan Bu Muslimah akan kesenangan mereka terhadap pelangi - pun sempat mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara. Misalnya pembalasan dendam Mahar yang selalu dipojokkan kawan-kawannya karena kesenangannya pada okultisme yang membuahkan kemenangan manis pada karnaval 17 Agustus, dan kejeniusan luar biasa Lintang yang menantang dan mengalahkan Drs. Zulfikar, guru sekolah kaya PN yang berijazah dan terkenal, dan memenangkan lomba cerdas cermat. Laskar Pelangi mengarungi hari-hari menyenangkan, tertawa dan menangis bersama. Kisah sepuluh kawanan ini berakhir dengan kematian ayah Lintang yang memaksa Einstein cilik itu putus sekolah dengan sangat mengharukan, dan dilanjutkan dengan kejadian 12 tahun kemudian di mana Ikal yang berjuang di luar pulau Belitong kembali ke kampungnya. Kisah indah ini diringkas dengan kocak dan mengharukan oleh Andrea Hirata, kita bahkan bisa merasakan semangat masa kecil anggota sepuluh Laskar Pelangi ini.
10 Anggota Laskar Pelangi
Ikal : Tokoh 'aku' dalam cerita ini. Ikal yang selalu menjadi peringkat kedua memiliki teman sebangku bernama Lintang, yang merupakan anak terpintar dalam Laskar Pelangi. Ia berminat pada sastra, terlihat dari kesehariannya yang senang menulis puisi. Ia menyukai A Ling, sepupu dari A Kiong, yang ditemuinya pertama kali di sebuah toko kelontong bernama Toko Sinar Harapan. Pada akhirnya hubungan mereka berdua terpaksa berakhir oleh jarak akibat kepergian A Ling ke Jakarta untuk menemani bibinya.
Lintang : Teman sebangku Ikal yang luar biasa jenius. Ayahnya bekerja sebagai nelayan miskin yang tidak memiliki perahu dan harus menanggung kehidupan 14 jiwa anggota keluarga. Lintang telah menunjukkan minat besar untuk bersekolah semenjak hari pertama berada di sekolah. Ia selalu aktif didalam kelas dan memiliki cita-cita sebagai ahli matematika. Sekalipun ia luar biasa pintar, pria kecil berambut merah ikal ini pernah salah membawa peralatan sekolahnya. Cita-citanya terpaksa ditinggalkan agar ia dapat bekerja untuk membiayai kebutuhan hidup keluarganya semenjak ayahnya meninggal.
Sahara : Satu-satunya gadis dalam anggota Laskar Pelangi. Sahara adalah gadis keras kepala berpendirian kuat yang sangat patuh kepada agama. Ia adalah gadis yang ramah dan pandai, ia baik kepada siapa saja kecuali pada A Kiong yang semenjak mereka masuk sekolah sudah ia basahi dengan air dalam termosnya.
Mahar : Pria tampan bertubuh kurus ini memiliki bakat dan minat besar pada seni. Pertama kali diketahui ketika tanpa sengaja Bu Muslimah menunjuknya untuk bernyanyi di depan kelas saat pelajaran seni suara. Pria yang menyenangi okultisme ini sering dipojokkan teman-temannya. Ketika dewasa, Mahar sempat menganggur menunggu nasib menyapanya karena tak bisa ke manapun lantaran ibunya yang sakit-sakitan. Akan tetapi, nasib baik menyapanya dan ia diajak petinggi untuk membuat dokumentasi permainan anak tradisional setelah membaca artikel yang ia tulis di sebuah majalah, dan akhirnya ia berhasil meluncurkan sebuah novel tentang persahabatan.
A Kiong : Anak Hokian. Keturunan Tionghoa ini adalah pengikut sejati Mahar sejak kelas satu. Baginya Mahar adalah suhunya yang agung. Kendatipun pria kecil ini berwajah buruk rupa, ia memiliki rasa persahabatan yang tinggi dan baik hati, serta suka menolong pada siapapun kecuali Sahara. Namun, meski mereka selalu bertengkar, ternyata mereka berdua saling mencintai satu sama lain.
Syahdan : Anak nelayan yang ceria ini tak pernah menonjol. Kalau ada apa-apa dia pasti yang paling tidak diperhatikan. Misalnya ketika bermain sandiwara, Syahdan hanya kedapatan jadi tukang kipas putri dan itupun masih banyak kesalahannya. Syahdan adalah saksi cinta pertama Ikal, ia dan Ikal bertugas membeli kapur di Toko Sinar Harapan semenjak Ikal jatuh cinta pada A Ling. Syahdan ternyata memiliki cita-cita yang tidak pernah terbayang oleh Laskar Pelangi lainnya yaitu menjadi aktor. Dengan bekerja keras pada akhirna dia menjadi aktor sungguhan meski hanya mendapatkan peran kecil seperti tuyul atau jin... Setelah bosan, ia pergi dan kursus komputer. Setelah itu ia berhasil menjadi network designer.
Kucai : Ketua kelas sepanjang generasi sekolah Laskar Pelangi. Ia menderita rabun jauh karena kurang gizi dan penglihatannya melenceng 20 derajat, sehingga jika ia menatap marah ke arah Borek, maka akan terlihat ia sedang memperhatikan Trapani. Laki-laki ini sejak kecil terlihat bisa menjadi politikus dan akhirnya diwujudkan ketika ia dewasa menjadi ketua fraksi di DPRD Belitong.
Borek : Pria besar maniak otot. Borek selalu menjaga citranya sebagai laki-laki macho. Ketika dewasa ia menjadi kuli di toko milik A Kiong dan Sahara.
Trapani : Pria tampan yang pandai dan baik hati ini sangat mencintai ibunya. Apapun yang ia lakukan harus selalu didampingi ibunya, seperti misalnya ketika mereka akan tampil sebagai band yang dikomando oleh Mahar, ia tidak mau tampil jika tak ditonton ibunya. Cowok yang bercita-cita menjadi guru ini akhirnya berakhir di rumah sakit jiwa karena ketergantungannya terhadap ibunya.
Harun : Pria yang memiliki keterbelakangan mental ini memulai sekolah dasar ketika ia berumur 15 tahun. Laki-laki jenaka ini senantiasa bercerita tentang kucingnya yang berbelang tiga dan melahirkan tiga anak yang masing-masing berbelang tiga pada tanggal tiga kepada Sahara dan senang sekali menanyakan kapan libur lebaran pada Bu Muslimah. Ia menyetor 3 buah botol kecap ketika disuruh mengumpulkan karya seni kelas enam
Tokoh-tokoh Lain
Bu Muslimah : Bernama lengkap N.A. Muslimah Hafsari Hamid binti K.A. Abdul Hamid. Dia adalah Ibunda Guru bagi Laskar Pelangi. Wanita lembut ini adalah pengajar pertama Laskar Pelangi dan merupakan guru yang paling berharga bagi mereka.
Pak Harfan : Nama lengkap K.A. Harfan Efendy Noor bin K.A. Fadillah Zein Noor. Kepala sekolah dari sekolah Muhammadiyah. Ia adalah orang yang sangat baik hati dan penyabar meski murid-murid awalnya takut melihatnya.
Flo : Bernama asli adalah Floriana, seorang anak tomboi yang berasal dari keluarga kaya. Dia merupakan murid pindahan dari sekolah PN yang kaya dan sekaligus tokoh terakhir yang muncul sebagai bagian dari laskar pelangi. Awal pertama kali masuk sekolah, ia sempat membuat kekacauan dengan mengambil alih tempat duduk Trapani sehingga Trapani yang malang terpaksa tergusur. Ia melakukannya dengan alasan ingin duduk di sebelah Mahar dan tak mau didebat.
A Ling : Cinta pertama Ikal yang merupakan saudara sepupu A Kiong. A Ling yang cantik dan tegas ini terpaksa berpisah dengan Ikal karena harus menemani bibinya yang tinggal sendiri.
Laskar Pelangi Sebuah Gambaran Ketidak Adilan Pendidikan di Indonesia
Diposting oleh PendidikanDanAku di 01.42

